Prodi Pariwisata UNTRIB Hadiri Pembahasan Kajian Daya Dukung Wisata Pantai Alor.

KALABAHI – Program Studi Pariwisata Universitas Tribuana Kalabahi (UNTRIB) menghadiri kegiatan Pembahasan Rancangan Kajian Daya Dukung Wisata Pantai di Kabupaten Alor yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Alor pada Kamis (12/2/2026) di Aula Kopdit Citra Hidup Kalabahi. Partisipasi Prodi Pariwisata UNTRIB dalam forum ini merupakan wujud komitmen akademik dalam mendukung pengelolaan destinasi wisata pantai yang berbasis data ilmiah, terukur, dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kajian lapangan yang telah dilaksanakan pada Oktober 2025 melalui kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kabupaten Alor dan Yayasan WWF Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Prodi Pariwisata UNTRIB diwakili oleh Dr. Mesak Y. Awang, SE., MM selaku Ketua Program Studi Pariwisata bersama Ibu Astina Y. Kabby, S.Pd., M.Sc selaku dosen Program Studi Pariwisata. Sementara itu, tim penelitian yang memaparkan hasil kajian terdiri dari Yayasan WWF Indonesia, Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, unsur akademisi yaitu dosen UNTRIB Dr. Lita Liviani Taopan, S.Pd., M.Pd dan Desis P. H. Mautuka, S.Pd., M.Par, serta beberapa mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara lembaga konservasi, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan pengelolaan wisata pantai secara komprehensif.

Secara substantif, hasil kajian menegaskan bahwa setiap kawasan wisata pantai memiliki batas daya dukung ekologis, fisik, dan sosial yang berbeda. Konsep daya dukung (carrying capacity) menjadi instrumen strategis untuk memastikan jumlah kunjungan tidak melampaui kemampuan lingkungan pesisir. Tanpa pengendalian yang terukur, peningkatan kunjungan berpotensi menimbulkan tekanan lingkungan, menurunkan kualitas pengalaman wisatawan, serta mengganggu keseimbangan sosial masyarakat lokal. Karena itu, kajian ini merekomendasikan pengaturan jumlah kunjungan sesuai kapasitas kawasan, penataan zonasi aktivitas, penguatan pengelolaan sampah, serta penyusunan standar operasional destinasi yang adaptif terhadap karakteristik masing-masing pantai.

Dalam sesi diskusi, Dr. Mesak menyampaikan pandangan terkait urgensi kajian daya dukung sebagai fondasi perumusan kebijakan pariwisata daerah. Beliau menekankan bahwa dokumen kajian ini harus ditindaklanjuti melalui integrasi dalam perencanaan pembangunan, penyusunan regulasi teknis, serta mekanisme monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Menurutnya, wilayah kepulauan seperti Alor membutuhkan pendekatan pengelolaan destinasi yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga ketahanan ekologis kawasan pesisir dalam jangka panjang. Selain itu Ibu Astina Kabby selaku Dosen Progdi Pariwisata juga turut memberikan pandangan terkait pentingnya kolaborasi dan sinergitas dalam rangka keberlanjutan pariwisata Alor agar mampu bersaing tidak saja di tingkat lokal, melainkan di tingkat nasional dan global.

Pada menjelang penutupan kegiatan, Dr. Mesak turut memperkenalkan Program Studi Pariwisata Universitas Tribuana Kalabahi sebagai program studi baru yang pada tahun ini resmi membuka penerimaan mahasiswa baru. Dr. Mesak menegaskan komitmen Prodi Pariwisata UNTRIB untuk menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia pariwisata yang unggul dan adaptif terhadap tantangan pengelolaan destinasi kepulauan. Penyampaian informasi tersebut mendapat respons positif dari para peserta sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi antara dunia akademik dan pemangku kepentingan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Alor. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan wisata pantai yang berbasis kapasitas lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. MYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *