
KALABAHI – Program Studi (Prodi) Pariwisata Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi melakukan langkah strategis dalam memperluas jangkauan akademisnya melalui sosialisasi terkait Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang diselenggarakan di Aula Bapperida Kabupaten Alor pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi program studi yang telah resmi mendapatkan izin operasional dari Kemendiktisaintek pada 1 Desember 2025 untuk memperkenalkan keunggulan kurikulumnya kepada pemerintah sebagai lembaga yang berperan sebagai perencana pembangunan dan riset. Dalam momen sosialisasi ini dihadiri oleh pejabat Kepala Bidang Litbang bapak Ais F Boling, S.Pt dan Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam bapak Oktovianus Wabang, SE serta puluhan pegawai yang terdiri dari staf PNS dan P3K, dengan total peserta mencapai sekitar 50 orang. Mengingat peran Bapperida sebagai pusat perencanaan pembangunan dan riset daerah, sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang promosi pendidikan, tetapi juga upaya membangun kemitraan akademis yang solid agar setiap kebijakan pengembangan daerah di masa depan dapat berpijak pada kajian ilmiah yang kuat dari akademisi secara khususnya Prodi Pariwisata Universitas Tribuana Kalabahi.

Dalam sosialisasi ini pemaparan materi disampaikan langsung oleh Ketua Program Studi Pariwisata, Dr. Mesak Y. Awang, SE.,MM didampingi tim dosen Program Studi Pariwisata, sebut saja Antonius Koby, SE.,M.Par, Astina Y. Kabbi, S.Pd.,M.Sc dan Desis P. H. Mautuka, S.Pd.,M.Par, menjelaskan bahwa fokus utama PMB tahun ini adalah menjaring calon mahasiswa yang siap dibentuk menjadi tenaga profesional yang unggul. Dr. Mesak memaparkan profil lulusan yang diproyeksikan mampu mengisi posisi strategis sebagai manajer pariwisata, pengelola destinasi, hingga peneliti yang handal. Menyadari potensi besar dari kalangan aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor, pihak kampus mengumumkan skema khusus berupa pembukaan kelas kuliah sore. Kebijakan ini merupakan jawaban konkret bagi para pegawai, baik PNS maupun P3K, yang memiliki keinginan untuk meningkatkan kualifikasi akademis di bidang pariwisata namun tetap ingin menjalankan tugas kedinasan secara penuh pada jam kantor.
Peserta sosialisasi terlihat sangat antosias saat dibuka sesi diskusi dengan kritis menyampaikan kebutuhan pendidikan tinggi yang lebih spesifik bagi birokrasi. Kepala Bidang Litbang bapak Ais Boling memberikan sambutan pengantar kegiatan ini menyampaikan aspirasi agar Untrib tidak hanya fokus pada strata sarjana, tetapi perlu mempertimbangkan pembukaan Pendidikan Strata-2 (S2) serta program studi yang berkorelasi langsung dengan tata kelola negara, seperti Administrasi Pemerintahan dan bidang terkait lainnya. Hal ini didasari pada kenyataan bahwa hampir sebagian besar staf PNS dan P3K di kantor Bapperida telah menyandang gelar S1 dan berkeinginan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi untuk menunjang karier. Namun, kendala utama adalah sulitnya meninggalkan keluarga dan pekerjaan jika harus kuliah di luar daerah. Kehadiran program S2 dan program studi administrasi pemerintahan di Untrib diyakini akan disambut dengan minat yang luar biasa karena menjadi solusi bagi para pegawai untuk meraih gelar akademik yang relevan dengan pekerjaan mereka tanpa harus berpisah dengan keluarga. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan Untrib dapat terus bertransformasi menjadi pusat pengembangan SDM profesional yang mampu menjawab tantangan pemerintahan dan pariwisata di Kabupaten Alor. AK




